7xnpvb1rhk tips membangun tim kerja yang profesional
TIPS MEMBANGUN TIM KERJA YANG PROFESIONAL

Setiap perusahaan membutuhkan tenaga berkualitas demi membentuk tim kerja yang berkompetensi dan profesional. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun sebuah tim kerja yang hebat.

Setiap perusahan sangat ingin memiliki karyawan atau tim kerja yang profesional dan berkualitas, baik dari segi kemampuan serta loyalitas , terutama untuk perusahaan yang baru saja berdiri. Namun untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas tidaklah mudah, terlebih lagi bila hanya diukur dari ijazah dan IPK calon pelamar kerja, di mana hal ini masih menjadi patokan di beberapa negara terutama Indonesia. Akibatnya, banyak perusahaan besar yang mengganti tenaga manusia dengan robot atau mesin demi mendapatkan sumber daya yang berkualitas dan menperkecil pengeluaran. Terlebih lagi dengan kondisi banyaknya tenaga kerja yang memiliki karakter kurang baik dan tidak produktif.

Apabila ijazah atau IPK tetap menjadi standar utama untuk menilai kualitas setiap calon karyawan maka akan merugikan perusahaan itu sendiri, karena saat ini banyak orang yang memiliki IPK tinggi dengan cara membeli hasil skripsinya. Maka dari itu, jika saat ini Anda memegang posisi sebagai pimpinan dan berniat untuk merombak tim kerja Anda dengan merekrut orang-orang baru, jangan hanya menilai calon tim tersebut dari ijazah ataupun IPK-nya saja tetapi harus lihat juga faktor lain seperti kepribadian, loyalitas dan kejujuran. Tentu saja faktor-faktor ini sangat sulit untuk dipelajari. Anda bisa meminta bantuan psikotest. Selain itu, nilai pula dari cara ia berpikir, pola kerjanya, dan logikanya dalam memecahkan masalah. Dan ini bisa dinilai saat wawancara.

 

Sekarang yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kriteria di atas?

  • Menentukan standar penerimaan

    Aspek ini sangant penting untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas baik dari segi kemampuan dan yang terpenting adalah dari segi kepribadiannya. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa untuk menilai kepribadian sangatlah sulit. Namun Anda bisa menetapkan standart karyawan yang dibutuhkan untuk meminimalisir karyawan yang tidak berkompeten sekaligus membantu pihak HRD dalam menilai hasil psikotes. Misalnya, kemampuan berbahasa asing yang tidak bisa dikompromikan. Kemampuan analisis data, berbicara di depan publik, dan sebagainya.

  • Tes kompetensi

    Dengan membuat tes ini Anda akan mendapatkan karyawan yang paham dan mampu mengerjakan tugas sesuai standart yang sudah ditetapkan. Uji kompetensi meliputi tes tertulis non psikotest, misalnya jika Anda mencari seorang calon akuntan, maka ujiannya adalah menganalisis data. Jika Anda mencari seorang editor, maka tesnya berupa tulisan yang harus diedit. Dan seterusnya.

  • Interview

    Hal ini adalah langkah awal yang sangant penting untuk melihat apakah calon keryawan itu memiliki kepribadian yang baik, jujur, dan rasa tanggung jawab. Maka Anda harus menentukan pertanyan yang memperlihatkan karakter dari pelamar kerja tersebut, seperti apa saja kegiatannya selama ini, kenapa ia ingin bekerja di perusahaan ini, apa kelebihan dan kekurangannya, kenapa perusahaan harus menerima dia dan mengapa dia mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya. Dengan begitu Anda bisa menilai apakah karakter dia sesuai dengan kriteria perusahaan atau tidak. Hasil interview bisa dibandingkan dengan psikotestnya.

 

Untuk mendapatkan karyawan baru, ada dua cara yang direkomendasikan. Anda bisa mencari dari lingkungan atau jaringan pertemanan yang Anda miliki. Cara ini bisa menghemat waktu karena Anda sudah mengenal kepribadiannya. Ini cocok untuk perusahaan lingkup kecil dan berbasis kekeluargaan. Biasanya karyawan diambil dari saudara atau keluarga, teman dekat dan anggota organisasi yang diikuti. Selain efektif, cara ini mengurangi resiko karyawan yang tidak jujur.

Cara lain untuk mendapatkan karyawan adalah dengan memasang iklan, baik di media cetak maupun di media online. Cara ini seperti menebar jaring di lautan, yang ditangkap banyak meski secara kualitas perlu diuji. Semakin banyak calon karyawan yang melamar untuk bergabung semakin baik. Cara ini biasa di gunakan untuk perusahaan skala besar agar mendapatkan karyawan lebih cepat dan mendapat standar yang lebih baik dari yang mereka harapkan.

Kesuksesan tim Anda bergantung pada diri Anda sebagai pimpinan. Dan itu dimulai dari bagaimana cara Anda merekrut karyawan baru untuk mendukung program kerja tim. Selamat mencoba!

 
03 Februari 2016
Related Articles
44y7kmiw6j membangun personal branding melalui blog
11 Maret 2016
MEMBANGUN PERSONAL BRANDING MELALUI BLOG

Di era moderen seperti sekarang ini, membangun personal branding tidak lagi menggunakan cara yang konvensional namun lebih kepada pemanfaatan media online

5i901erv9x inilah beberapa tips menghadapi dunia kerja di indonesia
07 Maret 2016
INILAH BEBERAPA TIPS MENGHADAPI DUNIA KERJA DI INDONESIA

Bagi seorang fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja tentunya bukanlah hal yang mudah. Namun bukan berarti tidak bisa, karena beberapa tips berikut bisa membantu Anda untuk melewatinya.